Mellysinc@Mellysinc. April 2019 1 52 Report. Di beberapa tempat di Indonesia terjadi kasus gizi buruk. Dalam mengkaji permasalahan tersebut maka yang harus dikaji adalah faktor manusia dan kondisi fisik di mana kejadian tersebut terjadi. Pendekatan geografi yang berkaitan dengan kasus tersebut yaitu .
Ada tiga pendekatan geografi yang kita harus ketahui. Masing-masing prinsip memiliki kata kunci. Oleh karena itu dalam penentuannya tidak ada kesalahan, berikut pengertiannya masing-masing Pendekatan ekologi, adalah pendekatan yang sangat menyoroti fenomena alam yang terjadi disebabkan oleh adanya kegiatan manusia. Contohnya Di Jakarta terjadi kemacetan yang disebabkan karena luapan jumlah pemakai kendaraan bermotor. Pendekatan keruangan, adalah pendekatan yang sangat menyoroti fenomena alam yang terjadi tanpa adanya kegiatan manusia. Contohnya Gempa yang terjadi di Banten pada pertengahan tahun kemarin disebabkan karena adanya pergerakan lempeng didalam laut, kedalaman gempanya sampai 10 km. Pendekatan kompleks wilayah, adalah cara untuk menyelesaikan permasalahan geosfer. Contohnya Erosi yang terjadi didaerah garut memakan korban jiwa, disebutkan permasalahan tersebut disebabkan karena curah hujan yang terus menerus mengguyur daerah garut, pemerintah setempat sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membuat tenda-tenda evakuasi untuk korban yang tertimpa hasil Erosi. Ilustrasi soal menjelaskan permasalahan yang terjadi disebabkan karena faktor manusia dan faktor fisiknya yang menyebabkan gizi buruk. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih memiliki masalah gizi yang dialami masyarakatnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri membagi masalahan gizi tersebut dalam tiga kategori yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan gizi mikro .
Jakarta - Munculnya kasus balita gizi buruk di Kalideres, Jakarta Barat, dinilai sebagai wujud ketidakpekaan lurah dan camat wilayah tersebut terhadap kondisi masyarakatnya. Hal itu disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi D, Hardiyanto Kenneth. Menurut dia, adanya anak gizi buruk bukan kesalahan Dinas Kesehatan Jakarta Barat saja. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan menduga, kasus gizi buruk di Kalideres timbul karena Camat dan Lurah Kalideres tidak peka, sehingga bukan murni kesalahan Dinkes Jakbar. Penyebab Penyakit Kwashiorkor, Gizi Buruk pada Anak yang Perlu Diwaspadai Sampah Makanan Capai 48 Juta Ton per Tahun di Indonesia, Dapur Bergerak Mengolah Bahan Pangan yang Tak Terjual "Dinkes Jakbar, sifatnya hanya menerima laporan dan segera langsung melakukan penanganan. Secara prinsip kan tidak mungkin Dinkes Jakbar mengetahui orang yang sakit, kalau tidak ada aduan," ujar Kenneth, seperti dilansir Antara. "Seharusnya Camat dan Lurah Kalideres bisa lebih sensitif, mereka bisa memaksimalkan peran RT, RW dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat FKDM di wilayahnya masing masing," tambahnya. Dia berpendapat, apabila camat dan lurah bekerja maksimal, pasti dapat diantisipasi sejak awal dan tidak perlu muncul balita yang terjangkit gizi buruk. Sebab, tupoksi cegah dini dan deteksi dini Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan ATHG serta menjadi katalisator program pemerintah daerah, secara otomatis melekat di badan organisasi RT, RW dan FKDM. "Tugas camat dan lurah lah yang harus mengontrol serta memaksimalkan peran mereka, karena RT, RW dan FKDM pasti mempunyai data yang valid di wilayah masing masing. Saran saya perlu ada evaluasi karena seharusnya pejabat setempat tahu kondisi masyarakat setempat," terang Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI IKAL PPRA Angkatan LXII itu. Kennet menyayangkan adanya balita berusia dua tahun di Jalan Lingkungan Hidup III, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, yang mengalami gizi buruk sejak awal bulan April 2022. Sebab, DKI Jakarta memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi yang lain. "Ini peristiwa yang sangat dramatis dan sangat miris, sekelas kota besar seperti Jakarta masih ada seorang balita yang mengalami gizi buruk, Saya selaku Anggota DPRD yang terpilih dari daerah pemilihan Jakarta Barat merasa sangat sedih dan terpukul, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika pemimpinnya fokus dalam memperhatikan warganya," tutur kehilangan orang tuanya, Haikal mengalami kesulitan makan. Akibatnya, Ia menderita gizi buruk hingga kini.

SEKRETARISDinas Kesehatan Provinsi Papua, Siwanus Sumule menyebut kasus gizi buruk dan campak yang menyebabkan kematian puluhan anak di kabupaten Asmat, mempunyai pola yang sama seperti kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah lain di Papua, sejak 2015 hingga tahun ini.

Pendekatan geografi adalah upaya dalam penyelesaian masalah geografi. Ada 3 tiga pendekatan geografi, yakni Pendekatan spasial/keruangan, pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Pendekatan ekologi/kelingkungan, penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan variabel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam. Pendekatan kompleks wilayah/kewilayahan, permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Soal tersebut membahas mengenai faktor fisik dan faktor manusia dimana ada hubungan antara kedua faktor tersebut. Pada beberapa wilayah yang terjadi gizi buruk, faktor lingkungan juga menjadi salah satu penyebab hal tersebut. Jawaban yang tepat untuk menjawab soal tersebut adalah B. pendekatan kelingkungan

KasusGizi Buruk di Papua Harus Mendapatkan Perhatian Khusus. Pembaca yang budiman, kali ini saya mencoba menulis mengenai gizi buruk di Indonesia terutama di daerah terdepan Indonesia, lebih tepatnya di Papua. Kenapa papua, ya karena papua saya anggap tanah kelahiran saya yang kedua. Saya mendapatkan banyak pelajaran hidup di sana. Stunting menjadi salah satu fokus permasalahan kesehatan yang benar-benar ditargetkan tereliminasi pada pencapaian Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2018 menemukan tingkat stunting di Indonesia mencapai 30,81 persen. Persentasi ini disebutkan sudah mengalami penurunan dibandingkan kasus stunting pada tahun 2013 yang mencapai 37,2 saja, angka ini masih jauh di bawah standar kasus stunting yang bisa ditoleransi oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO yaitu paling banyak setidaknya hanya 20 persen saja. Akan lebih baik jika kasus kejadian stunting bisa mencapai di bawah 20 persen. Seperti diketahui, stunting merupakan permasalah kesehatan yang erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Baca juga Ahli Sebut Lagu Bantu Stimulasi Positif Anak untuk Pahami Gizi Seimbang Lantas, bagaimana masalah gizi di Indonesia?Ahli gizi dan Ketua Tim Ahli Pengembang Panduan Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun, Prof Dr Ir Sri Anna Marliyati MSi mengatakan bahwa masalah gizi di Indonesia itu ada tiga beban malnutrisi yang terjadi. "Di kita itu masalah gizi ada namanya triple burden of malnutrition tiga beban malnutrisi," kata Anna dalam acara bertajuk Upaya Penguatan Edukasi Perilaku Gizi Seimbang untuk Anak pada Masa Adaptasi Kebiasan Baru, Jumat 28/8/2020. Ketiga beban malnutrisi tersebut adalah gizi lebih, gizi kurang, dan defisiensi zat gizi mikro. Berikut penjelasan rincinya dan ciri atau potensi risiko dari ketiga beban malnutrisi yang ada. Baca juga Ahli Perhatikan Gizi dan Psikologis Klinis di Masa Emas Anak Usia 1 sampai 5 Tahun 1. Gizi berlebih Anna menjelaskan bahwa, gizi berlebih ini umumnya dapat menjadikan seorang anak mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Berat badan berlebih obesitas atau kegemukan ini berlaku jika anak itu dibandingkan dengan rata-rata berat badan anak-anak seusianya. "Bahayanya obesitas itu sendiri berisiko terhadap penyakit tidak menular PTM," kata Anna. Hal ini mengkhawatirkan karena banyak jenis PTM yang justru lebih berisiko tinggi terhadap kematian dibandingkan penyakit yang menular. Beberapa contoh penyakit yang masuk dalam kategori PTM dan terbilang sangat berbahaya adalah penyakit kanker, diabetes, hipertensi, stroke, penyakit kardiovaskular, dan lain sebagainya. Dibeberapa tempat di Indonesia terjadi kasus gizi buruk. Dalam mengkaji permasalahan tersebut maka yang harus dikaji adalah faktor manusia dan kondisi fisik di mana kejadian tersebut terjadi. Pendekatan geografi yang berkaitan dengan kasus tersebut yaitu . pendekatan keruangan pendekatan kelingkungan pendekatan kompleks wilayah
2. GAKI Tubuh membutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini mengatur proses metabolisme, pertumbuhan, penurunan atau pertambahan berat badan, dan denyut jantung. GAKI bukanlah satu-satunya penyebab penurunan kadar tiroid di dalam tubuh. Meski begitu, kekurangan yodium diketahui dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid secara tidak normal. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit gondok. Guna menanggulangi masalah gizi ini, pemerintah telah mewajibkan penambahan yodium sekurangnya 30 ppm ke dalam semua produk garam yang beredar. Jadi, pastikan Anda sudah menggunakan garam beryodium untuk menjaga kesehatan tubuh. 3. Anemia Anemia merupakan kondisi tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen. Masalah kesehatan ini paling banyak ditemukan pada ibu hamil dengan gejala berupa rasa lelah, pucat, detak jantung tidak teratur, dan pusing. Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, lebih dari 37% ibu hamil mengalami anemia. Studi menunjukkan bahwa ibu hamil yang anemia memiliki risiko meninggal dalam proses persalinan hingga 3,6 kali lebih besar akibat pendarahan dan/atau sepsis. Untuk mencegah anemia, ibu hamil dianjurkan untuk meminum paling sedikit 90 pil zat besi selama kehamilan. Zat besi yang dimaksud yaitu semua jenis zat besi selama masa hamil, termasuk yang dijual bebas dan multivitamin yang mengandung zat besi. Masalah gizi di Indonesia yang belum terselesaikan Di bawah ini dua jenis permasalahan gizi di Indonesia yang masih belum terselesaikan. 1. Stunting Stunting merupakan masalah gizi kronis yang cukup umum di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, umumnya karena pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Gejala-gejala stunting yakni sebagai berikut. Postur anak lebih pendek dari anak seusianya. Proporsi tubuh cenderung normal, tapi anak tampak lebih muda atau kecil untuk usianya. Berat badan lebih sedikit untuk anak seusianya. Pertumbuhan tulang tertunda. Pada 2013, sebanyak 37,2% balita di Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini sering kali dianggap normal karena alasan keturunan. Padahal, stunting dapat memengaruhi perkembangan otak, dan mengurangi produktivitas seseorang di usia muda. Stunting juga meningkatkan risiko pengembangan penyakit tidak menular pada usia lanjut. Masalah gizi ini bahkan dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas, dan kematian akibat infeksi. Waktu terbaik untuk mencegah stunting yaitu sejak awal kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Pemberian ASI eksklusif dan gizi seimbang pada balita perlu menjadi perhatian khusus agar anak tidak tumbuh pendek atau stunting. 2. Gizi kurang Tubuh kurus akibat gizi kurang kerap dinilai lebih baik daripada tubuh gemuk akibat gizi lebih. Padahal, obesitas dan gizi kurang sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan. Sebagai awalan, Anda bisa mengukur kategori status gizi melalui kalkulator BMI. Masalah gizi kurang di Indonesia sudah bisa terjadi sejak bayi lahir. Ciri utamanya yakni bayi lahir dengan berat badan lahir rendah BBLR. Bayi dikatakan mengalami BBLR bila berat badannya ketika lahir kurang dari gram 2,5 kilogram. Bayi yang lahir dengan BBLR umumnya memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Pasalnya, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Gizi kurang dimulai sejak awal kehidupan dan bisa berlanjut hingga dewasa. Beberapa risiko yang berawal dari masalah gizi ini yakni malnutrisi, kekurangan vitamin, anemia, osteoporosis, penurunan kekebalan tubuh, masalah kesuburan akibat siklus menstruasi yang tidak teratur, serta masalah pertumbuhan dan perkembangan yang banyak terjadi pada anak dan remaja. Masalah gizi yang paling mengancam kesehatan di Indonesia Berdasarkan laporan gizi global atau Global Nutrition Report pada 2018, Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang memiliki 3 permasalahan gizi sekaligus. Masalah gizi di Indonesia itu termasuk stunting pendek, wasting kurus, dan overweight obesitas. Obesitas gizi lebih termasuk dalam masalah gizi yang mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi ini terjadi saat terdapat kelebihan lemak yang serius pada tubuh sehingga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Penyebab gizi lebih yang paling mendasar yaitu ketidakseimbangan energi dan kalori yang dikonsumsi dengan jumlah yang dikeluarkan. Jika kalori yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar, kalori ekstra tersebut dapat berubah menjadi lemak. Bila sejak kecil anak sudah mengalami obesitas, mereka akan lebih rentan mengidap penyakit tidak menular ketika dewasa. Masalah gizi ini berkaitan erat dengan diabetes tipe 2, penyakit stroke, dan penyakit jantung. Hal yang dilakukan selanjutnya Anda perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat untuk menjaga berat badan tetap ideal. Caranya dengan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, menambah asupan buah dan sayuran, serta rutin melakukan aktivitas fisik.
Beberapawaktu lalu, dua hari berturut-turut sebuah koran ternama Tanah Air mengulas data perihal gizi buruk yang menimpa anak Indonesia Timur. Dalam koran itu dijelaskan bahwa status gizi anak balita di wilayah timur memasuki tahap mengkhawatirkan. Wilayah yang paling tinggi terjangkit malnutrisi adalah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 1. Angin puting beliung yang melanda wilayah Solo dan Yogyakarta beberapa waktu yang lalu merusak rumah-rumah warga dan perkantoran di daerah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... a. ekologi b. keruangan c. kompleks wilayah d. korologi e. regional 2. Banyaknya pabrik besar di sekitar sungai Siak Riau, menyebabkan air sungai tersebut tidak jernih. Diduga sungai sudah terkontaminasi berbagai macam limbah industri yang dibuang ke sungai. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji gejala tersebut adalah pendekatan... a. spatial b. temporal c. kronologi d. ekologi e. kompleks wilayah 3. Studi masalah kemacetan lalu lintas di Kota Pekalongan tidak hanya menganalisis kondisi penduduk dan sarana transportasi yang ada, tetapi juga secara komprehensif melibatkan kondisi yang ada di wilayah sekitar Pekalongan. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... a. kompleks wilayah b. keruangan c. interaksi d. sejarah e. lokasi 4. Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi karena wilayah Indonesia mengalami hujan orografis, hujan zenithal, dan hujan muson. Pendekatan geografi yang sesuai untuk menganalisis fenomena tersebut adalah pendekatan... a. Regional b. Spasial c. Ekologikal d. Nasional e. Teritoria 5. Di daerah dataran dengan hamparan lahan pertanian yang luas, umumnya permukiman penduduk bergerombol membentuk desa pada tempat-tempat tertentu. Pendekatan geografi yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut adalah pendekatan... a. kewilayahan b. lingkungan c. keruangan d. regional e. ekologi 6. Alih fungsi lahan untuk permukiman, vila, resort, dan hotel di wilayah Bogor dan Bandung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah pendekatan... a. kompleks wilayah b. kronologi c. keruangan d. ekologi e. spasial 7. Tingginya curah hujan di sekitar Gunung Sinabung menyebabkan material vulkanik terbawa aliran lahar. Aliran tersebut membawa material vulkanik menuju Sungai Lau Borus sehingga sungai tersebut meluap. Luapan air sungai mengakibatkan banjir lahar melanda beberapa desa di lereng gunung. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... a. kompleks wilayah b. kelingkungan c. kewilayahan d. keruangan e. korologis 8. Perhatikan fenomena-fenomena geosfer sebagai berikut 1 tingginya tingkat kesuburan tanah di daerah pegunungan disebabkan adanya abu vulkanik dari gunung api 2 degradasi lahan cenderung disebabkan perilaku manusia yang memanfaatkan lahan tidak sesuai peruntukannya. 3 Gempa dan angin puting beliung merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia 4 Pada musim kemarau rawan terjadi bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan karena sebagian warga masyarakat membuka areal perkebunan dengan cara membakar lahan 5 Di kota besar seperti Jakarta, terdapat banyak permukiman kumuh di daerah aliran sungai sehingga berpotensi banjir pada msuim hujan. Fenomena geosfer yang sesuai dikaji menggunakan pendekatan kelingkungan ditunjukkan oleh angka... a. 1, 2, dan 3 b. 1, 3, dan 4 c. 2, 3, dan 4 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5 9. Daerah resapan air di wilayah perkotaan berkurang setiap tahun akibat kegiatan pembangunan. Saat musim hujan, saluran air tidak mampu menampung air hujan. Akibatnya terjadi banjir atau genangan air. Pendekatan geografi yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah pendekatan... a. Spasial b. Regional c. Keruangan d. Kelingkungan e. Kompleks wilayah 10. Temperatur permukaan Bumi semakin tinggi. Salah satu penyebabnya karena area hutan semakin berkurang. Pendekatan geografi yang sesuai untuk menganalisis fenomena tersebut adalah pendekatan... a. Ekologi b. Nasional c. Teritorial d. Regional e. Spasial 11. Sungai Musi merupakan salah satu tempat wisata di kota Palembang, namun sayang kebersihan dan kelestariannya tidak dijaga dengan baik. Penduduk kota Palembang banyak yang membuang sampah di sungai Musi. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah pendekatan... a. Ekologi b. Keruangan c. Kewilayahan d. Deskripsi e. Kronologi 12. Setiap tahun permukaan tanah Kota Jakarta diperkirakan mengalami penurunan akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Pendekatan geografi untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah pendekatan... a. Ekologi b. Keruangan c. Region d. Kewilayahan e. Kompleks wilayah 13. Di hulu sungai, terjadi pengalihan fungsi lahan menjadi permukiman. Hal itu menyebabkan banjir di daerah hilir sungai yang merugikan penduduk di sekitarnya. Untuk mengkaji fenomena tersebut, dapat digunakan pendekatan... a. kompleks wilayah b. keruangan c. deskriptif d. ekologi e. pola 14. Banjir menggenangi daerah hilir akibat lahan hutan di daerah hulu menjadi permukiman dan aktivitas lainnya. Jika hujan dengan intensitas sedang dapat meningkatkan limpahan air sungai menyebabkan banjir di daerah hilir. Pendekatan geografi untuk menganalisis gejala tersebut adalah pendekatan... a. ekologi b. keruangan c. korologi d. kelingkungan e. kompleks wilayah 15. Penebangan hutan di daerah Cianjur Jawa Barat telah mengakibatkan bencana berupa tanah longsor dan banjir. Bnayak sawah dan daerah pertanian yang rusak, bahkan banyak ternak dan hewan peliharaan yang mati. Pendekatan yang digunakan untuk memahami masalah tersebut adalah pendekatan... a. terpadu b. keruangan c. campuran d. ekologi e. kompleks wilayah 16. Pemerintah melaksanakan program transmigrasi dengan perencanaan yang matang dari penentuan lokasi sampai penempatan transmigran. Pendekatan geografi yang digunakan pemerintah dalam studi pelaksanaan program transmigrasi adalah pendekatan... a. Ekologi b. Korologi c. Keruangan d. Kompleks wilayah e. Diferensiasi area 17. Wacana pembangunan wilayah menjadi kota modern terus bergulir. Saat ini wacana tersebut masih dalam proses pematangan oleh beberapa pihak. Salah satu pendekatan geografi yang dapat digunakan untuk mengkaji pengembangan wilayah adalah... a. sosial masyarakat b. kompleks wilayah c. kelingkungan d. keruangan e. ekologi 18. Studi masalah kemacetan lalu lintas di Kota Bandung tidak hanya menganalisis kondisi penduduk dan sarana transportasi yang ada, tetapi juga secara komprehensif melibatkan kondisi yang ada di wilayah sekitar Bandung. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... a. kompleks wilayah b. keruangan c. interaksi d. sejarah e. lokasi 19. Di beberapa tempat di Indonesia terjadi kasus gizi buruk. Dalam mengkaji permasalahan tersebut maka yang harus dikaji adalah faktor manusia dan kondisi fisik di mana kejadian tersebut terjadi. Pendekatan geografi yang berkaitan dengan kasus tersebut yaitu .... a. pendekatan keruangan b pendekatankelingkungan c. pendekatan kompleks wilayah d. pendekatan aktivitas manusia e. pendekatan perbedaan wilayah C. Pendekatan kompleks wilayah 20. Sungai Musi merupakan salah satu tempat wisata di kota Palembang, namun sayang kebersihan dan kelestariannya tidak dapat dijaga dengan baik. Penduduk kota Palembang. banyak yang membuang sampah di Sungai Musi. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengkaji permasalahan di atas adalah .... A. pendekatan ekologi B. pendekatankeruangan C. pendekatankewilayahan D. pendekatan deskripsi E. pendekatankronologi 21. Aktivitas masyarakat Nusa Tenggara Barat dominan pada aktivitas peternakan khususnya kuda. Hal itu sangat sesuai dengan bioma sabana di daerah tersebut akibat intensitas curah hujan yang relatif sedikit. Pendekatan Geografi untuk mengkaji kasus di atas adalah .... A. pendekatan keruangan B. pendekatan kompleks wilayah C. pendekatan topik D. pendekatan ekologi E. pendekatan regional 22. Kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera menyebabkan berbagai permasalahan seperti gangguan pernapasan, jarak pandang yang terbatas bagi penduduk Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah .... A. pendekatan keruangan B. pendekatan topik C. pendekatan aktivitas manusia D. pendekatankelingkungan E. pendekatan kompeks wilayah D. Pendekatan kelingkungan 23. Setiap tahun permukaan tanah kota Jakarta diperkirakan mengalami penurunan akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Pendekatan geografi untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah .... A. pendekatan ekologi B. pendekatan keruangan C. pendekatan region D. pendekatan kewilayahan E. pendekatan kompleks wilayah 24. Bencana alam di Wasior Papua Barat menimbulkan korban manusia dan harta benda. Bencana tersebut disebabkan kerusakan hutan akibat penebangan hutan oleh penduduk atau perusahaan di daerah hulu yang tidak terkendali. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah .... A. pendekatan kompleks wilayah B. pendekatankelingkungan C. pendekatan keruangan D. pendekatan regional E. pendekatan jarak A. Pendekatan kompleks wilayah 25. Pendangkalan sungai yang terjadi di sekitar Yogyakarta akibat banjir lahar dingin dari letusan Gunung Merapi. Pendekatan geografi untuk mengkaji hal tersebut adalah .... A. pendekatan korologi B. pendekatan deskripsi C. pendekatan ekologi D. pendekatan keruangan E. pendekatan kompleks wilayah 26. Banjir bandang yang melanda kota Padang dan kabupaten Padang pariaman Sumatera Barat 24 IuIi 2012, berakibat rusaknya pemukiman penduduk, perfantoran, dan saluran irigasi di daerah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah .... A. pendekatan korolasi B. pendekatan keruangan C. pendekatan kompleks kewilayahan D. pendekatan regional E. pendekatan kelingkungan 27. Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di beberapa lokasi kota tersebut. Pendekatan yang diperlukan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah .... A. pendekatan ekologi B. pendekatan sejarah C. pendekatan komplek wilayah D. pendekatandeskripsi E. pendekatan keruangan 28. Pembangunan kawasan pemukiman yang infrastruktur di wilayah perkotaan terus dikembangkan. Pembangunan juga melibatkan wilayah sekitarnya. Pendekatan gcografi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut adalah .... A. pendekatan spasial B. pendekatan keruangan C. pendekatan ekologi D. pendekatan kelingkungan E. pendekatan kompleks wilayah E. Pendekatan kompleks wilayah 29. Pemerintah kabupaten kota merencanakan pembangunan kawasan permukiman pada lahan-lahan kosong. Dalarn perencanaan tersebut tentunya memperhilungkan kawasan sekitarnya. Pendekatan geografi yang dapat digunakan untuk mengkaji perencanaan tersebut adalah.... A. pendekatan keruangan B. pendekatan ekologia C. pendekatan spasial D. pendekatan kompleks wilayah E. pendekatan lingkungan D. Pendekatan kompleks wilayah 30. Pada musim kemarau selalu terjadi bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan, karena masyarakat membuka areal pertanian dengan cara membakar lahan. Pendekatan geografi untuk melengkapi fenomena tersebut adalah .... A. pendekatan keruangan B. pendekatan spatial C. pendekatan kewilayahan D. pendekatan kelingkungan E. pendekatan kompleks wilayah D. Pendekatan kelingkungan 31. Masalah kemacetan lalu lintas di Ibukota Jakarta, penanganannya tidak hanya menganalisis kondisi penduduk dan sarana transportasi yang ada di Jakarta, tetapi perlu juga secara komprehensif melibatkan kondisi yang ada di wilayah sekitarnya seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah ... A. pendekatan lokasi B. pendekatan keruangan C. pendekatan ekologi D. pendekatan kewilayahan E. pendekatan interaksi 32. Alih fungsi lahan untuk permukiman, vila, resort, dan hotel di wilayah Bogor dan Bandung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah .... A. pendekatan ekologi B. pendekatankronologi C. pendekatankeruangan D. pendekatankewilayahan E. pendekatan spasial D. Pendekatan kompleks wilayah 33. Rencana pemindahan ibukota Provinsi Lampung masih terus dikaji. Walaupun lokasi sudah ditentukan tetapi masih banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, seperti aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya serta dampaknya bagi masyarakat secara umum. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenornena tersebut adalah .... A. pendekatan sejarah B. pendekatan ekologi C. pendekatan korologi D. pendekatan keruangan E. pendekatan kompleks wilayah E. Pendekatan kompleks wilayah 34. Sebelum merelokasi penduduk korban bencana gempa di Lombok, pemerintah hendaknya memperhatikan topografi, keadaan sumber air, dan aksesbilitas di daerah tujuan relokasi. Dalam studi geografi, pemerintah sebaiknya menerapkan pendekatan... A. Dekripsi B. Ekologi C. Korologi D. Keruangan E. Kompleks wilayah 35. Salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata di Indonesia adalah Yogyakarta. Daerah Yogyakarta bagian utara mulai dilakukan pembangunan hotel dan permukiman penduduk. Padahal, fungsi utama wilayah bagian utara Yogyakarta sebagai daerah tangkapan hujan. Kajian geografi menggunakan pendekatan kelingkungan pada fenomena tersebut adalah... A. Persebaran lokasi penginapan wisatawan di Yogyakarta B. Variasi penggunaan lahan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya C. Luas daerah tangkapan hujan di wilayah Yogyakarta bagian utara D. Penduduk kesulitan air bersih dan potensi banjir saat musim hujan E. Klasifikasi daerah yang mengalami krisis air berdasarkan tingkatannya D. Penduduk kesulitan air bersih dan potensi banjir saat musim hujan 36. Perhatikan gambar berikut! Fenomena pada gambar sesuai dikaji menggunakan pendekatan geografi, yaitu pendekatan... A. Ekologi B. Regional C. Keruangan D. Kelingkungan E. Kompleks wilayah 37. Contoh fenomena geosfer yang sesuai dikaji dengan pendekatan keruangan spatial approach adalah... A. Aktivitas penduduk daerah padang rumput berbeda dengan daerah gurun pasir B. Pemanasan global terjadi akibat adanya zat-zat polutan CO2 dalam atmosfer. C. Permukiman penduduk di dataran rendah membentuk pola menyebar D. Daerah perkotaan membutuhkan sumber daya alam dari pedesaan E. Sebagian besar penduduk di sekitar gunungapi bertani C. Permukiman penduduk di dataran rendah membentuk pola menyebar 38. Banjir yang sering terjadi di sekitar pemukiman penduduk di daerah perkotaan akibat semakin dangkal dasar sungai. Pendangkalan sungai terjadi akibat adanya penduduk yang membuang sampah ke sungai. Pendekatan geografi untuk mengkaji hal tersebut adalah …. A. Pendekatan keruangan B. Pendekatan korologi C. Pendekatan ekologi D. Pendekatan kewilayahan E. Pendekatan kompleks wilayah. kemarau panjang di Indonesia tahun 2015 memaksa petani merugi. Fenomena ini terjadi karena adanya El Nino di Samudera Pasifik bagian timur. Pendekatan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah…. A. Pendekatan keruangan B. Pendekatan kelingkungan C. Pendekatan kewilayahan D. Pendekatan kompleks wilayah E. Pendekatan distribusi. 40. Program tol laut di era pemerintahan Jokowi merupakan prioritas utama pembangunan. Tujuannya adalah untuk mempermudah mobilitas barang, jasa dan manusia antar wilayah Indonesia dari barat hingga Sumatera. Pendekatan geografi dalam paragraf tersebut adalah .... A. keruangan B. spasial C. ekologi D. kewilayahan E. kelingkungan 41. Daerah pantai sering dilanda banjir pasang rob. Kondisi itu dimanfaatkan penduduk untuk usaha pertambakan. Pendekatan geografi untuk menganalisa hal tersebut adalah.. A. Pendekatan spasial B. Pendekatan kelingkungan C. Pendekatan interelasi D. Pendekatan ekologi E. Pendekatan kompleks wilayah 42. Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir sehingga masyarakat membuat tanggul penahan banjir dan pada waktu benjir terjadi seringkali permukiman ditinggalkan penghuninya. Pendekatan geografi untuk mempelajari fenomena tersebut adalah pendekatan... A. Keruangan B. Kewilayahan C. Kelingkungan D. Sosial E. Kemanusiaan 43. Banjir bandang di Wasior Papua Barat menelan korban ratusan orang. Peristiwa itu ditengarai karena penebangan hutan oleh para pengusaha yang mengakibatkan kira-kira 30 hingga 40 persen hutan di kawasan industri mereka sudah mengalami alih fungsi dan dinyatakan rusak. Pendekatan geografi yang berkaitan dengan fenomena geosfer tersebut adalah... A. Keruangan B. Kelingkungan C. Kewilayahan D. Spatial E. Lokasi 44. Banjir yang melanda Kota Jakarta tahun 2017 merupakan banjir yang sangat luar biasa dan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk mengetahui persebaran, interelasi dan pemecahan permasalahan tersebut, pendekatan yang paling tepat digunakan adalah... A. Pendekatan keruangan B. Pendekatan kewilayahan C. Pendekatan kelingkungan D. Pendekatan temporal E. Pendekatan ekologi B. Pendekatan kewilayahan 45. Pemerintah Kalimantan Timur mulai menyiapkan lahan untuk permukiman baru transmigrasi UPT bagi sebanyak 250 kepala keluarga. Rencana pernempatan di kecamatan Rantaupulung dan realisasinya baru pada tahun 2015. Pendekatan geografi yang digunakan dalam studi tersebut adalah pendekatan... A. Keruangan B. Ekologi C. Spasial D. Kelingkungan E. Kompleks wilayah 46. Secara geologis, fenomena lumpur Sidoarjo menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah di sekitar pusat semburan. Hal itu tampak jika membandingkan tinggi permukaan tanggul titik 21 Desa Siring sejajar dengan kubah masjid di daerah tersebut. Pendekatan yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... A. Keruangan B. Kelingkungan C. Kewilayahan D. Personal E. Integrative 47. Akhir tahun 2003 wilayah Lampung dilanda banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut diduga kuat karena penambangan kapur, illegal longing penebangan hutan untuk areal pertanian serta permukiman. Kesimpulan penyebab banjir dan longsor tersebut sangatlah kompleks dan saling terkait antara unsur fisik dan sosial. Pernyataan di atas merupakan gambaran analisis geografi yang menggunakan pendekatan... A. Keruangan B. Kelingkungan C. Kompleks wilayah D. Lokasi E. Areal diferrentation 48. Banjir yang terjadi di Kota Jakarta tidak semata karena darainase yang kurang baik tetapi juga pengaruh dari wilayah sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, dan Tangerang. Karena wilayah tersebut sebagai daerah resapan air sudah banyak beralih fungsi sebagai wilayah pembangunan. Oleh karena itu dalam pengambilan kebijakan penanganan banjir di Jakarta harus juga melibatkan wilayah-wilayah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan adalah pendekatan... A. Ekologi B. Keruangan C. Kemanusiaan D. Kelingkungan E. Kompleks wilayah 49. Untuk mengatasi banjir di Jakarta, pemerintah telah melakukan pembangunan Kanal Banjir Timur KBT, cara pemerintah DKI Jakarta dalam rangka mengatasi Banjir telah melakukan pendekatan... A. Kemanusiaan B. Kompleks wilayah C. Keruangan D. Temporal E. Ekologi 50. Saat ini banyak sungai yang tercemar akibat pembuangan limbah secara sembarangan. Padahal, masih banyak penduduk yang masih memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Namun, karena menggunakan sungai yang telah tercemar, banyak penduduk yang mengalami masalah kesehatan. Pendekatan geografi yang dapat digunakan untuk mengkaji gejala tersebut adalah pendekatan.... A. Keruangan B. Kelingkungan C. Kompleks wilayah E. Regional B. Kelingkungan Dalam soal permasalahan yang merujuk pada soal di atas, dapat dikaji menggunakan pendekatan kelingkungan. Pendekatan kelingkungan ecological approach menganalisis fenomena geografis berdasarkan interaksi antara alam dengan alam, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia yang ada di sekitarnya. Pada soal di atas dijelaskan bahwa manusia mengalami kerugian akibat dari pencemaran yang terjadi pada sungai. 51. Di awal bulan Mei 2017, terjadi banjir bandang di daerah Ciwidey-Bandung Selatan. Banjir ini mengakibatkan empat rumah hanyut terbawa air. Peristiwa tersebut terjadi disebabkan oleh alih fungsi lahan di bagian hulu. Pendekatan yang tepat untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... A. Keruangan B. Kompleks wilayah C. Ekologi D. Interelasi E. Regional 52. Bencana longsor yang terjadi di Lereng Merapi pada Desember 2017 lalu disebabkan adanya irigasi di dekat tebing penambangan dan adanya getaran dari aktivitas penambangan. Bencana tersebut mengakibatkan delapan orang penambangnya meninggal dunia. Sementara, delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Pendekatan yang tepat untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pendekatan... A. Keraungan B. Spasial C. Ekologi D. Kewilayahan E. Interelasi 53. Masyarakat sekitar Citarum enggan memanfaatkan air sungai tersebut karena sungai sudah terkontaminasi berbagai macam limbah industri yang dibuang ke sungai. Kondisi citarum juga diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai tersebut. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengkaji fenomena tersebut adalah... A. Keruangan B. Kewilayahan C. Temporal D. Kelingkungan E. Kompleks wilayah tTaj.
  • 3ri200fvcm.pages.dev/516
  • 3ri200fvcm.pages.dev/233
  • 3ri200fvcm.pages.dev/255
  • 3ri200fvcm.pages.dev/354
  • 3ri200fvcm.pages.dev/127
  • 3ri200fvcm.pages.dev/205
  • 3ri200fvcm.pages.dev/46
  • 3ri200fvcm.pages.dev/436
  • di beberapa tempat di indonesia terjadi kasus gizi buruk